Ketika kita mendengar kata “umrah”, biasanya yang terlintas adalah ibadah di Masjidil Haram, tawaf di sekitar Ka’bah, serta shalat khusyuk di Masjid Nabawi.
Namun, ada sisi lain dari perjalanan suci ini yang tak kalah penting, yakni ziarah sejarah Islam.
Di antara tempat yang menyimpan kisah luar biasa tentang perjuangan dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebarkan agama rahmat ini ialah Jabal Tsur.
Kisah Sejarah di Balik Jabal Tsur
Jabal Tsur adalah sebuah gunung yang terletak di sebelah selatan Kota Makkah, dengan ketinggian sekitar 750 meter.
Gunung ini memiliki gua yang sangat bersejarah, yaitu Gua Tsur (Ghar Tsur).
Dalam perjalanan hijrah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Makkah menuju Madinah, gua ini menjadi tempat persembunyian beliau bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq selama tiga hari tiga malam.
Kisah tersebut begitu masyhur, bahkan diabadikan dalam Al-Quran surah At-Taubah ayat 40.
Ketika kaum Quraisy berusaha mengejar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka sampai di mulut gua. Abu Bakar pun merasa khawatir. Namun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menenangkannya dengan kalimat penuh keyakinan:
“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
Benar saja, dengan izin Allah Ta’ala, kaum Quraisy tidak mampu menemukan beliau.
Ada riwayat yang menyebutkan bahwa Allah mengutus laba-laba membuat sarang di pintu gua, sehingga orang-orang Quraisy menyangka gua itu kosong.
Keistimewaan Jabal Tsur
1. Saksi Hijrah Nabi
Di sinilah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar Ash-Shiddiq bersembunyi selama tiga hari sebelum melanjutkan perjalanan hijrah ke Madinah.
Peristiwa tersebut bukan sekadar pelarian, melainkan strategi besar untuk menyelamatkan dakwah Islam.
Dari Gua Tsur, lahirlah babak baru dalam sejarah umat Islam, yang kemudian dijadikan sebagai awal kalender Hijriah.
Dengan mengunjungi Jabal Tsur, jamaah seperti diajak kembali ke masa lalu, membayangkan detik-detik penuh harap dan doa yang dijalani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2. Simbol Pertolongan Allah
Kisah Gua Tsur menjadi bukti nyata bagaimana Allah Ta’ala menolong hamba-Nya yang bertawakal.
Tatkala kaum Quraisy mengepung, laba-laba membuat jaring di pintu gua dan ada burung merpati bertelur, sehingga mereka menyangka gua itu kosong.
Padahal di dalamnya ada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar.
Ketika jamaah merenungkan kisah ini, hati pun tersentuh untuk semakin yakin bahwa dalam setiap kesulitan selalu ada jalan keluar dari Allah. Bahkan dari arah yang tidak kita sangka sebelumnya.
3. Peningkatan Spiritual
Menyambangi Jabal Tsur bukan hanya mengulik sejarah, tetapi juga menjejaki perjalanan jiwa.
Banyak jamaah yang merasa momen ini seperti sebuah refleksi kehidupan yang berisi perjuangan, kesabaran, dan pengorbanan demi tujuan yang lebih besar.
Bagi yang mencoba mendaki, setiap langkah terasa sebagai latihan kesabaran dan kekuatan tekad. Bahkan bagi yang hanya melihat dari kejauhan, Jabal Tsur tetap menjadi pengingat akan perjuangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang penuh pengorbanan demi umatnya.
4. Pemandangan Kota Makkah
Keindahan panorama dari puncak Jabal Tsur membuat perjalanan spiritual di Tanah Suci semakin sempurna.
Dari ketinggian, jamaah bisa menyaksikan hamparan Kota Makkah dengan sudut pandang berbeda.
Pemandangan tersebut memberikan nuansa ketenangan dan muhasabah mendalam. Seolah mengingatkan bahwa hidup bukan hanya tentang perjalanan duniawi, tetapi juga perjalanan menuju Allah ‘Azza wa Jalla.
Baca juga Destinasi Wisata Bersejarah di Makkah.
Mengenang Sejarah, Mengukuhkan Iman
Tour ke Jabal Tsur lebih dari sekadar wisata sejarah, melainkan momen untuk memperkuat iman dan mengenang perjuangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kisah hijrah yang terjadi di gua ini adalah pengingat bahwa dalam setiap kesulitan, selalu ada pertolongan Allah bagi orang-orang yang beriman dan berserah diri.
Bersama Maghfirah Travel, perjalanan umrah Anda bisa semakin bermakna.
Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah, Maghfirah Travel menghadirkan tour Makkah yang penuh nilai edukasi. Termasuk kunjungan ke tempat-tempat bersejarah seperti Jabal Tsur.
Didukung pendamping ibadah berpengalaman, setiap lokasi ziarah akan menjadi sarana refleksi spiritual yang mendalam.